- Udara sejuk kerap terjadi di kawasan berbukit serta pada awal masuk musim hujan, oleh karena itu orang harus mengenakan jas hujan atau mantel untuk menjaga kehangatan tubuh saat bepergian di luar ruangan.
Tetapi, apabila seseorang kerap merasakan gemetar meski tidak berada dalam kondisi cuaca yang sejuk, maka perlu hati-hati.
Hal tersebut mungkin menandakan adanya permasalahan kesehatan dalam tubuhnya.
Salah satu alasan utama mengapa orang cenderung merasa dingin tetapi sering kali terlupakan adalah akibat kurangnya asupan vitamin atau zat gizi spesifik dalam tubuh.
Sebab kurangnya zat gizi dapat menyebabkan seseorang lebih cepat merasa dingin.
Sebagaimana dikenali, tubuh manusia diciptakan agar dapat menjaga temperaturnya tetap stabil terus menerus lewat mekanisme yang dinamai thermoregulasi.
Dikutip dari Health Line, Umumnya, setiap individu mempunyai temperatur badan normal berkisar antara 37 derajat Celcius sampai dengan 37,8 derajat Celcius.
Bagian otak manusia yang disebut hipotalamus bertanggung jawab atas regulasi suhu tubuh ini.
Saat hipotalamus mendeteksi temperatur internal tubuh berada di bawah batas normal atau melebihi, itu akan mengirim pesan kepada otot, organ, kelenjar, serta sistem saraf untuk bertindak.
Pengiriman sinyal serta fungsi setiap organ dapat terpengaruh jika tubuh kurang mendapatkan zat gizi penting.
Oleh karena itu, sebagian orang yang kurang salah satu jenis nutrisi dapat dengan cepat merasakan dingin.
Zat gizi yang berfungsi dalam pengaturan temperatur badan
Berikut beberapa zat gizi yang harus diasup untuk menghindari risiko dingin berlebihan:
1. Zat besi
Besi merupakan elemen penting bagi tubuh dalam pembuatan hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang bertugas mengedarkan oksigen ke setiap bagian tubuh.
Tanpa aliran oksigen yang memadai, otot serta jaringan tubuh akan kesulitan membentuk kehangatan yang cukup.
Dikutip dari TimesofIndia , keadaan yang dikenal sebagai anemia karena Defisiensi Besi sering menyebabkan seseorang merasa menggigil dingin, letih, dan lesu.
2. Vitamin B12
Selanjutnya, vitamin B12 merupakan zat gizi yang esensial untuk pembentukan sel darah merah serta menjaga fungsi otak.
Tanpa asupan vitamin B12 yang memadai, tubuh akan kesulitan dalam pembentukan sel darah merah yang sehat.
Keadaan itu selanjutnya menimbulkan suatu kondisi yang disebut anemia kurang vitamin B12. Hal ini mendorong aliran oksigen menjadi tidak baik dan membuat tubuh lebih cepat merasakan dingin.
3. Vitamin B9
Berikutnya, vitamin B9 penting bagi tubuh dalam menghasilkan sel darah merah yang sehat.
Jika seseorang mengalami defisiensi vitamin B9 atau folat, hal itu bisa mencegah proses tersebut sehingga peredaran darah menjadi terganggu.
Keadaan yang disebut anemia akibat kurangnya vitamin B9 dapat menimbulkan tanda-tanda seperti alergi terhadap cuaca dingin, rasa lelah, serta tidak mampu mengendalikan suhu badan saat sekitarannya dingin.
4. Vitamin C
Vitamin C membantu termoregulasi secara tak langsung melalui dukungan terhadap peningkatan absorpsi zat besi.
Maka dari itu, jika tubuh kurang vitamin C, absorpsi zat besi akan berkurang efisiensinya.
Kekurangan vitamin C bisa menimbulkan tanda-tanda anemia, di antaranya adalah perasaan dingin yang berkelanjutan.
Posting Komentar