, Jakarta - Juru bicara NASA Bethany Stevens mengakui kontribusi Presiden Donald Trump. Trump Terhadap insiden kedua astronot yang "tersesat" di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama sembilan bulan tersebut, mereka akhirnya pulang pada pukul tiga sore Waktu Setempatkemarin, Minggu, 18 Maret 2025. Pendaratan mereka dipastikan oleh kapsul Dragon buatan SpaceX yang berjalan lancar dan mendarat menggunakan parasut di lautan lepas pantai Tallahassee, Florida, AS.

Pada hari tersebut, astronot dari misi SpaceX Crew-9, yaitu Butch Wilmore dan Sunita Williams, akhirnya dapat berkumpul kembali dengan keluarganya setelah mereka diluncurkan pada misi pertama penerbangan berawak Boeing. Starliner Pada bulan Juni tahun kemarin. Sebenarnya, misi tersebut berlangsung selama delapan hari di ISS.

Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News Digital Stevens mengungkapkan bahwa misi penyelamatan astronot Wilmore dan Williams merupakan "keberhasilan luar biasa bagi pemerintahan Trump." Ia juga berpendapat bahwa ini hanyalah awal dari pencapaian-pencapaian yang akan datang. Stevens merujuk pada tujuan NASA di bawah kepemimpinan Trump yaitu untuk melakukan ekspedisi menuju Mars dan bahkan lebih jauh lagi.

Sesuai dengan wawancara tersebut, Gedung Putih pun mengupload pernyataan di platform media sosial X yang bertuliskan, "PROMISE MADE, PROMISE KEPT," pada saat Wilmore dan Williams pulang. Sejak kembali sebagai Presiden AS bulan Januari tahun ini, Trump sebenarnya sudah menyudutkan pemerintahan dari presiden terdahulu. Joe Biden yang menggantikan mereka sehingga kedua belah pihak tertinggal selama itu.

Kapsul pesawat ruang angkasa SpaceX Dragon ditemukan dekat pesisir Tallahassee, Florida, AS pada tanggal 18 Maret 2025. NASA/Keegan Barber/Handout melalui Reuters.

Berdasarkan data dari NASA, Wilmore dan Williams secara keseluruhan sudah menempuh perjalanan sejauh 121.347.491 mil saat berada dalam misi di ISS. Keduanya bersama-sama telah menghabiskan waktu 286 hari di ruang angkasa dan berhasil menuntaskan 4.576 putaran melingkar di sekitar Bumi.

Namun, apakah kedatangan mereka kembali merupakan hasil dari upaya Trump? Berikut urutan peristiwa merancang pulangnya astronot Wilmore dan Williams di antara keputusan presiden Joe Biden dan juga Donald Trump sebagaimana dikutip USA Today ,

Urutan Kejadian antara Kebijakan Trump dan Biden

Awal bulan Maret kemarin, Trump memerintahkan Elon Musk, kepala dari SpaceX, untuk mengantarkan dua astronot dari pesawat ruang angkasa Boeing Starliner kembali ke Bumi. Selain itu, Trump juga mengaku tanpa adanya bukti tertulis, bahwa mantan WakilPresiden Joe Biden merasa sangat malu dengan insiden tersebut dan berkomentar agar biarkan mereka tetap berada di sana.

Namun, keputusan mengenai jadwal kepulangan Wilmore dan Williams bersama tim Crew-9 di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bulan ini sudah ditentukan oleh NASA pada Agustus tahun sebelumnya saat Joe Biden masih menjadi presiden. Pada waktu tersebut, NASA menyatakan bahwa pesawat Starliner buatan Boeing belum sepenuhnya aman bagi Wilmore dan Williams guna digunakan sebagai moda transportasi mereka menuju Bumi.

Boeing Starliner mendarat di Stasiun Luar Angkasa Internasional saat Uji Terbang Tanpa Kru pada tahun 2024. Foto: NASA

Starliner menemui masalah kebocoran gas helium serta kendala dalam sistem propulsi pesawat tersebut. Pesawat ruang angkasa buatan Boeing yang sedang melaksanakan perjalanannya dengan awak untuk pertama kalinya menuju ISS ini kemudian dikirim kembali tidak membawa awak dan sudah mendarat di Bumi bulan September lalu.

Pada bulan tersebut juga, NASA mengirim misi SpaceX Crew-9 menuju ISS seperti yang direncanakan. Misinya memang dibuat hanya dengan dua anggota kru demi memberikan ruang tambahan bagi dua penumpang ekstra ketika mereka pulang, yaitu untuk Wilmore dan Williams. Rencana lain telah disusun agar proses pengembalian ini bertepatan dengan kedatangan tim Crew-10.

Setelah menghadapi beberapa kali penangguhan, misi Crew-10 tersebut akhirnya berhasil diluncurkan dan bertemu dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari Sabtu, tanggal 15 Maret 2025. Minggu berikutnya, tepatnya pada hari Selasa, Wilmore dan Williams secara resmi kembali ke Bumi—merupakan hasil yang memuaskan setelah proses persiapan lama yang dimulai bahkan sebelum Trump dilantik sebagai presiden untuk meneruskan jabatan Biden.

Walaupun demikian, Trump tampaknya memiliki peran dalam mendorong NASA agar menggeser jadwal peluncuran Crew-10 dua minggu lebih cepat daripada yang direncanakan sebelumnya. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan Penyelenggara Sementara Administrator NASA Janet Petro pada konferensi pers yang disampaikan.

Sebagaimana telah dikenal, NASA bulan Desember tahun lalu menyatakan bahwa misi Crew-10 menuju International Space Station (ISS) ditunda dari jadwal awal di Februari 2025 hingga akhir Maret 2025. Penangguhan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi SpaceX agar dapat mempersiapkan kapsul Dragon terbarunya dengan lebih baik.

Rencana peluncurannya kemudian digeser lagi oleh NASA ke akhir Maret. NASA memilih untuk menggunakannya dengan kapsul Dragon yang telah tersedia.

Dalam unggahanya di platform media sosial Truth Social pada Senin 18 Maret 2025, Trump menyatakan kalau NASA setuju atas rencananya agar Wilmore dan Williams bisa pulang dua minggu lebih awal dari rencana NASA sebelumnya. "Saya tidak sabar bertemu Butch dan Suni," bunyi unggahannya saat itu.


Astronot NASA Suni Williams dikeluarkan dari kapsul SpaceX Dragon usai pendaratan di lautan lepas pantai Tallahassee, Florida, AS pada tanggal 18 Maret 2025. Sunni yang turut serta dalam misi ini bersama Butch Wilmore, Nick Hague dari NASA, dan Aleksandr Gorbunov dari Rusia akhirnya kembali ke Bumi secara selamat.
Suni Williams mendapatkan dukungan untuk meninggalkan kapsul tersebut sesaat setelah berhasil mendaratkan dirinya di laut lepas dekat Tallahassee, Florida, United States, tepatnya pada hari itu sendiri yaitu 18 Maret 2025. Dia berbagi petualangan luar angkasa dengan astronot lain seperti Butch Wilmore, astronaut NASA bernama Nick Hague, juga cosmonaut asal Russia yakni Aleksandr Gorbunov sebelum mereka semua pulang menuju planet kita tercinta.
NASA melaporkan bahwa astronot Suni Williams membutuhkan bantuan untuk keluar dari pesawat ruang angkanya pasca-landing di Samudera Atlantik saat melakukan operasi penjemputannya, Sabtu, 18 Maret 2025, di perairan off-shore Tallahassee, Florida. Ia adalah salah satu bagian dari rombongan empat orang termasuk Butch Wilmore, Nicholas Patrick Hague dari NASA, dan Astronaut Alexander Sergeyevich Guryevitch Gorbunov dari Roscosmos, semuanya telah sukses menyelesaikan tugas eksplorasi mereka di orbit dan kini merayakan kepulangan mereka ke rumah.

Elon Musk mengkonfirmasikan hal tersebut setelah menyatakan bahwa Trump sudah menetapkan prioritas untuk menerbangkan kembali dua astronot dari Starliner. Ketika disinggung tentang ini, Elon Musk pun menjawab dengan jelas. Fox News , dia juga menyatakan bahwa SpaceX sudah menawari pemerintah Joe Biden untuk melakukan misi pengambilan lebih cepat tersebut.

Apa yang Dikatakan oleh Astronot Wilmore dan Williams?

Sejak kembali dari ruang angkasa, Wilmore dan Williams telah berkali-kali membantah pernyataan tentang mereka 'ditinggalkan' atau 'tersesat' di ISS. Keduanya menyampaikan bahwa ekstensinya dalam misi merupakan hal biasa bagi tugas para astronot. "Kami tak merasa dikesampingkan, kami tak merasa tersesat, juga tak merasa tertahan," ungkap Wilmore. CNN Pada bulan Februari kemarin, merespons pertanyaan terkait pernyataan-pernyatan yang dibuat oleh Trump.

Tetapi ketika dimintai pendapatnya tentang hal tersebut, Wilmore tidak menunjuk pada Trump maupun Biden. Sebagaimana dikutip dari Daily Mail , Wilmore mengaku tersesat di ISS bukan merupakan kondisi yang ideal. Namun ia melanjutkan, "Tidak ada yang mustahil bagi mereka yang beriman."

Wilmore mengungkapkan penyerahan total dirinya kepada kehendak Tuhan Yesus Kristus yang dipercayainya. Gereja Kristen setia dari Tennessee tersebut berkata bahwa ia yakin segala sesuatu yang terjadi berada dalamrencana Tuhan.

Rahasia Kebiologiangan Orang Terpanjang Umur di Dunia Diketahui Sesudah Kedatangan Mautnya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama