Banyak yang mengomentari dan melaporkan TikTokers, Food Vlogger Tasya Athasyia memutuskan untuk berpamitan dari media sosialnya.
Dia didakwa merugikan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).
Di kiriman yang dia posting di akun Instagram-nya @Tasyiiathasyia, ia mengungkapkan perasaan difitnah.
Bagikan Selama Bulan Suci: Polres Sergai Bantu Mengurangi Beban Warga Berpenghasilan Rendah
Dia juga berpikir bahwa dia perlu menyampaikan semua masalah yang ada.
"Sebagai seorang manusia, saya berhak untuk mengklarifikasi seluruh tuduhan palsu dan manipulasi opini yang tengah berlangsung," tegas Tasya pada postingannya Ahad (9/3/2025).
Pada penutupan kiriman tersebut, Tasyi menyatakan akan meninggalkan media sosial untuk sementara waktu.
Wajah AKBP Fajar Ditahan Terkait Dugaan Penyimpangan 3 Anak dan Seorang Perempuan Dewasa, Kepolisian Memiliki rekaman Videonya
"Aku mengucapkan salam perpisahan sementara. Semoga teman-temanku online tetap dalam keadaan sehat. Saya sangat menghargai semua doa serta kata-kata motivasi yang telah Anda berikan kepada saya, ini sungguh memiliki arti besar bagi saya. Aku mencintai kalian semua. Mohon maaf lahir dan bathin," demikian tertulis.
Dalam unggahan tersebut, Tasya juga menyampaikan penjelasan mengenai tuduhan dari berbagai pihak yang menganggapnya merendahkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Sebelum mengucapkan kata-kata jahat tentang saya, apakah Anda pernah sungguh-sungguh memperhatikan siapa diri saya ini, tanpa terpengaruhi oleh rasa benci?" katanya.
"Pernahkah kamu menonton channel YouTube saya? Sudahkah kau melihat episode tentang Jajanan Favorit Tasya? Tahukah Anda berapa jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang telah saya dorong untuk dipromosikan tanpa mengharapkan imbalan finansial sedikitpun? Kamu bisa bertanya langsung kepada mereka jika saya pernah minta upah atas usaha tersebut?" katanya lagi.
Dia menyebutkan bahwa telah lebih dari 5 tahun dia menolong berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Tasya pun merasakan kegembiraan melakukannya.
Kickboxing Sumatera Utara Terus Melakukanlatihan Berkala Untuk Memelihara Kinerja Setelah PON XXI Aceh-Sumut
Menurut Tasyi, pernyataan bahwa dia diupah untuk meruntuhkan usaha orang lain merupakan sebuah fitnah.
Sampai hari Kamis (13/3/2025), postingan tersebut sudah diberi suka oleh lebih dari 43.386 orang dan menerima lebih dari 3.000 komentar.
Putusnya keputusan Tasyi untuk berhenti sejenak dari platform-media sosial ini cukup mengejutkan bagi para pendukung setianya, yang merasakan kesedihan atas tindakan sang selebriti itu.
Sosok Aqila yang Pernah Dekat dengan Dedi Mulyadi dan Disebut Ibu oleh Gubernur, Kini Dilaporkan Sudah Menikah
"Allah, rasanya sangat marah melihat Tasya diperlakukan seperti itu," ujar @ziv** *.
"Tasyi semangat," ungkap @non***.
"Hei kawan-kawan, mengapa kalian melakukan itu? Mengapa ketika seseorang yang terluka berani untuk menyuarakan pendapatnya, kalian justru menyebutnya sebagai tantrum, padahal pelaku malahan di puji-pujikan oleh kalian dan bahkan di anggap selalu benar," kata @far***.
Sebaliknya, banyak pula warganet yang mencoba memberikan peringatan kepada Tasya untuk lebih berwaspada dengan perkataannya.
Lebih lanjut ketika meninjau sebuah produk makanan.
"Ya ampun, pakai mulutnya yang baik-baik dong. Harus belajar etika juga nih. Mana bisa makanannya dikatain seperti sabun, bensin, atau kalajengking, istri Habib jadi begini," kata @fans***.
"Mohon maaf Tasya. Menurut Rasulullah, kita tidak boleh menjelek-jelekan makanan karena bisa jadi itu adalah petunjuk dari Allah agar kau berhenti menjadi penilaipu makanan atau vlogger kuliner. Ini bentuk kasih sayang-Nya Allah Ta'ala," ungkap @riza***.
"Harapannya hal ini dapat menjadi masukan bagi Tasyi untuk meningkatkan cara berbahasanya, sebab memberikan kritik terhadap makanan pun memiliki aturan tertentu. Anda tentunya paham akan hal tersebut. Benar sekali, meminta maaf adalah langkah yang tepat. Iya, kita semua hanya manusia dan seringkali melakukan kesalahan. Mudah-mudahan Tasyi dapat menemui pelajaran positif dari insiden ini," ungkap @dana**_.
Di sisi lain, perdebatan antara Nicky Tirta dan Tasyi Athasyia saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat.
Polemik tersebut dimulai ketika Tasyi Athasyia memberikan penilaian mengenai Bika Ambon yang dijual oleh pedagang bernama Ci Mehong.
Tasya menyatakan bahwa dia menemukan sejenis serangga di dalam bika Ambon tersebut dan berpendapat bahwa makanan tradisional Medan itu sudah tidak pantas untuk dimakan lantaran teksturnya yang menjadi keras ketika disimpan di lemari es.
Kembaran Tasya Farasya tersebut juga dibandingkan dengan produk lain yang dianggap masih lembut meskipun sama-sama disimpan di lemari es.
Kesedihan Kusyanto Disebabkan Oleh Pemeriksaan oleh-oknum Kepolisian, Saat Ini Ia Merasa Gemetar Untuk Keluar Rumah, Sementara AIPDA IR Tidak Dituju Penahanan
Pernyataan tersebut langsung menimbulkan diskusi yang hebat di platform-media sosial.
Satu orang yang turut memberikan tanggapan terhadap artis Nicky Tirta adalah.
Dengan postingannya di media sosial, Nicky menyuarakan kritikan terhadap bagaimana Tasya mengevaluasi suatu barang.
"Nampaknya hal tersebut kurang tepat. Kamu tak dapat membandingkan bika ambon pada suhu ruangan yang tetap empuk dengan bika Ambon segar langsung dari kulkas. Sampai dijelaskan seperti sabun pula," jelas Nicky Tirta.
Dalam materi itu pula, Nicky Tirta berusaha untuk membuktikan halnya secara langsung. Dia bahkan hingga menanyakan pandangan kepada Fatmah Bahalwan, orang yang populer dengan kemampuannya di bidang pembuatan kue, terutama jenis kue tradisional Indonesia.
"Bika Ambon yang disimpan di dalam kulkas kemungkinan besar akan menjadi keras akibat adanya lemak di dalamnya. Karena bahan-bahannya seperti santan, mentega, serta terdapat juga tepung. Oleh sebab itu, saat berada pada suhu lemari es tersebut tentu saja akan mengeras," jelasnya.
Selanjutnya, Fatmah Bahalwan juga mengatakan bahwa walaupun bika Ambon telah dipanaskan lagi, teksturnya tetap tidak akan sama dengan ketika awal kali dibuat.
"Agar menjadi lembut kembali cukup dengan mengukus atau memanaskannya di microwave. Tetapi hasilnya tidak akan sama seperti teksurnya yang asli," tambahnya.
Nicky Tirta tidak hanya mengumpulkan pandangan para ahli, dia juga secara pribadi mencoba membuat resep Bika Ambon yang terkenal masih akan tetap lembut bahkan jika disimpan di dalam lemari es. Akan tetapi, usaha tersebut belum berhasil memberikan hasil yang diinginkan.
"Sejak kemarin saya sibuk memikirkan hal ini, bahkan sudah mencoba berulangkali dalam percobaan pembuatan variasi resep untuk menghasilkan Bika Ambon yang tetap lembut meski telah disimpan cukup lama di lemari es, namun masih belum berhasil," katanya di platform media sosial.
Berdasarkan penelitiannya dan pandangan Fatmah Bahalwan, Nicky mengambil kesimpulan bahwa sampai sekarang belum ditemukan formula agar Bika Ambon tetap empuk ketika telah disimpan dalam lemari es tanpa harus dipanas lagi.
"Maka lebih baik jika membandingkan sebuah produk dengan produk lain dilakukan secara seimbang dan sesuai kategori," ujar Nicky.
PENDIRIAN Kasus Pencarian Bekicot di Grobogan Menjadi Korban Penangkapan Keliru Oleh Petugas Kepolisian, Disalahkan Sebagai Pelaku Curanmor
Tasya Athasyia juga terlihat menanggap postingan Nicky Tirta. Walaupun pemeran tersebut tidak mengatakan nama-namanya, tetapi Tasya Athasyia merasa tersinggung dan dihina.
Dia menolak klaim dari Nicky Tirta dan Fatmah Bahalwan yang mengatakan bahwa bika Ambon tidak dapat dikembalikan ke bentuk aslinya jika disimpan di lemari es.
"Pengetahuannya memang terbatas namun tanggapannya sangat tegas, Mas. Saya belajar di bidang kuliner selama 2,5 tahun dan sudah memulai memasak sejak usia tujuh tahun, telah menciptakan ratusan resep. Bika Ambon ini tetap lembut meskipun disimpan dalam kulkas!" demikian kata Tasya Athasiya.
Melalui postingan di Instagram Story-nya, Tasyi juga terlihat mengunjungi Polda Metro Jaya guna melaporkan sesuatu.
Akan tetapi, identitas orang yang disebut-sebut dalam laporan sang anak dari kalangan sosialita Ala Alatas belum terungkap.
Tasya mengklaim bahwa Nicky Tirta memberikan informasi yang keliru lantaran sudah menuduh dia membanding-bandingkan dua jenis bika ambon dengan kualitas dan perawatan yang tidak sama.
"@nickytirta halo pak. Wah bagaimana mungkin berbicara dengan keyakinan seperti itu sementara fakta yang diberikan tidak tepat. Sepertinya di zaman modern ini, hal utama adalah menjadi viral," kata Tasyi.
(*/)
Beberapa bagian dari artikel ini sudah pernah ditampilkan sebelumnya di Kompas.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Perhatikan pula berita atau info tambahan di Facebook , Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Posting Komentar