Waktu yang tepat untuk membayar fidyah puasa di bulan Ramadhan adalah segera setelah menyadarinya atau paling lambat hari terakhir bulan Ramadhan.
Puasa menjadi kewajiban bagi seluruh umat Muslim yang bertakwa.
Tetapi dalam berbagai aspek dan kondisi terdapat pengecualian.
Puasa bukan menjadi kewajiban untuk mereka yang masih berstatus sebagai anak kecil dan belum mencapai usia balig.
Selanjutnya wanita yang mengandung atau dalam masa nifas serta mereka yang sedang haid.
Penderita penyakit yang dinyatakan oleh dokter sebagai orang yang sebaiknya tidak berpuasa demi melindungi kesehatan mereka pun tidak dipersyaratkan untuk melakukan puasa.
Berikutnya musafir, tetapi harus membayar di kemudian hari sehingga seseorang menjadi kehilangan akal atau ODGJ.
Selanjutnya, seseorang yang sudah lanjuk usia akan ditebus dengan pembayaran penggantian.
Kapan sebaiknya melakukan pembayaran fidyah?
Fidyah merupakan bentuk kompensasi untuk berbuka puasa sebagai gantinya bagi orang-orang yang tidak bisa melaksanakannya dikarenakan masalah kesehatan atau situasi tertentu.
Menurut informasi di situsbaznas.jogjakota.go.id, fidyah perlu diserahkan setelah berakhirnya bulan Ramadhan.
Ramadan merupakan masa di mana pemeluk Islam melaksanakan tapa silsilah.
Setelah akhir bulan Ramadan, dapat dilakukan pembayaran Fidyah.
Berikutnya, penting untuk diingat bahwa fidyah harus diselesaikan sebelum bulan Ramadan berikutnya tiba.
Artinya orang yang tidak bisa berpuasa dan berniat untuk membayar fidyah perlu melaksanakan hal tersebut sebelum awal bulan Ramadan selanjutnya tiba.
Oleh karena itu, mereka bisa menunaikan kewajiban keagamaan dan memastikan bahwa Fidyah dibayarkan tepat pada waktunya.
Di samping itu, ada persyaratan tambahan yang penting untuk diwaspadai yaitu besaran fidyah yang wajib diselesaikan.
Jumlah fidyah yang perlu disetorkan sama dengan memberikan makan kepada seorang fakir miskin untuk setiap hari puasa yang terlewatkan.
Angka tersebut dapat variatif dari satu negara ke negara lainnya atau bahkan antar daerah dalam suatu negara, bergantung pada derajat kesusahan ekonomi serta harga bahan pangan lokal.
Maka disarankan agar seseorang berdiskusi dengan pemuka agama lokal atau ahli teologi terkemudian untuk memperoleh informasi tentang besaran Fidyah yang semestinya dikembalikan.
Di samping itu, perlu juga mengawasi metode pembayaran Fidyah.
Umumnya, fidyah bisa diselesaikan dengan membayar berupa makanan atau uang tunai.
Apabila berniat untuk membayar menggunakan bahan pangan, maka barang tersebut perlu diberikan kepada orang-orang yang membutuhkannya sebelum awal Ramadan tahun depan tiba.
Akan tetapi, apabila Anda memilih untuk membayarnya secara tunai, maka pembayaran tersebut bisa disampaikan kepada institusi atau badan yang bertugas mengelola dan mendistribusikan fidyah sesuai kebutuhan penerimaannya.
Pada akhirnya, Fidyah perlu diselesaikan sesudah Ramadhan berlalu dan sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
Besarnya fidyah yang perlu disetorkan sama dengan memberikan makanan kepada seorang fakir miskin untuk tiap hari puasa yang terlewatkan.
Metode pembayarannya bisa melalui bentuk makanan ataupun uang tunai, serta pembayaran tersebut bisa dicicil apabila dibutuhkan.
Sangat penting bagi kaum Muslimin untuk mengerti persyaratan dan aturan terkait Fidyah sehingga bisa menjalankan kewajiban beragama mereka secara tepat.
Posting Komentar