Pokémon, singkatan dari "Pocket Monsters," merupakan salah satu franchise paling besar di bidang hiburan. Akan tetapi, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa asal-usul Pokémon bermula dari hobinya saat masih anak-anak penciptanya, Satoshi Tajiri. Ia senang mengumpulkan serangga ketika remaja, inspirasi tersebut kemudian membawanya untuk merancang game dengan unsur petualangan, pengumpulan, serta pertempuran.

Mengutip situs factsanddetails.com dan livemint.com Pada awal tahun 1980-an, Satoshi Tajiri dan Ken Sugimori mendirikan Game Freak sebagai sebuah majalah permainan video di Jepang. Di dalamnya, Tajiri berperan sebagai penulis, sedangkan Sugimori menjabat sebagai ilustrator. Meskipun demikian, mereka dengan cepat melihat penurunan popularitas dari industri arcade, lalu bergeser fokus ke pembuatan game sendiri. Sejumlah judul game yang telah mereka kembangkan kemudian dipublikasi oleh Nintendo dan SEGA seperti "Yoshi" untuk sistem NES dan Game Boy serta "Magical Tarurūto-kun" untuk platform Mega Drive.

Saat Tajiri menawarkan gagasan tentang Pokémon kepada Nintendo, konsep tersebut awalnya cukup membingungkan. Akan tetapi, dengan catatan positif dari Game Freak, perusahaan itu masih mendukung proyek ini. Di bawah arahan Shigeru Miyamoto, pencipta Mario dan Zelda, Tajiri mulai merancang "Pocket Monsters: Merah dan Hijau". Akhirnya game tersebut diluncurkan pada tanggal 26 Februari 1996 di Jepang.

"Pocket Monsters: Merah dan Hijau" merupakan sebuah game peran-peranan dasar di mana para pemain mengambil peran seorang pelatih Pokémon yang memasuki dunia luas, mengejar serta mendidik makhluk-makhluk khas tersebut agar siap bertanding. Berdasarkan hasrat Tajiri pada hobi pengumpulan serangga, game ini diciptakan dengan tujuan untuk merangsang pemain dalam mencari seluruh jenis Pokémon yang ada.

Salah satu fitur paling revolusioner di game ini merupakan sistem jual beli Pokémon di antara para pemain. Versi "Merah" dan "Hijau" menyimpan sejumlah Pokémon unik, oleh karena itu, pemain perlu mengggunakan kabel konektor Game Boy agar dapat menukar Pokémonnya dengan sesama pemain lain. Fasilitas tersebut merubah Pokémon bukan hanya menjadi sebuah video game biasa, melainkan sebagai suatu aktivitas sosial yang mendesak berinteraksinya antar peserta.

Di samping itu, permainan ini menampilkan sistem pertarungan bergantian tempur di mana para pemain harus mengalahkan Pelatih GYM guna meraih medali dan pada akhirnya bersua dengan sang pelatih paling handal dalam region tersebut. Ide ini menunjukkan bahwa Game Boy, yang dahulu lebih populer sebagai wadah bagi video game aksi, pun mampu jadi landasan bagi genre RPG yang kaya akan cerita.

Sukses dari "Red" dan "Green" menginspirasi beragam versi spesial seperti "Pokemon Blue" serta "Pokémon Yellow", yang terinspirasi oleh seri animenya yang populer. Pada tahun 1998, Pokémon secara resmi menjangkau pasaran internasional lewat rilis "Pokemon Red and Blue" di Amerika Utara, yang semakin mengeraskan posisinya sebagai fenomena dunia.

Dari waktu ke waktu, Pokemon telah melahirkan banyak generasi baru serta penyesuaian dalam format anime, kartu trading, film, bahkan game augmented reality seperti Pokemon GO. Semua ini bermula dari mimpi seorang anak penggemar koleksi serangga yang berniat membawa sukacita tersebut ke seluruh dunia. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama