, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Platform properti dan layanan kesehatan di Indonesia melaporkan keuntungan bersih senilai Rp 18,7 triliun selama tahun 2024. Prestasi tersebut dipicu oleh performa kuat dalam lini utamanya beserta manfaat dari langkah restrukturisasi pinjaman yang bijaksana.
John Riady, Group CEO dari Lippo Indonesia, menyampaikan bahwa perusahaannya merasa sangat bangga dengan pencapaian mereka pada tahun 2024 ini. Ia menambahkan bahwa Lippo bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkesinambungan sambil juga membentuk nilai dalam jangka waktu lama.
"Fokus kita pada peningkatan operasional, ketatnya manajemen keuangan, serta pemberian nilai tambah bagi para konsumen berubah menjadi hasil kerja yang kuat merata di semua sektor properti, kesehatan, dan gaya hidup," ungkap John saat memberitahu publik melalui laman Bursa Efek Indonesia hari Jumat tanggal 28 Maret tahun 2025.
Di sektor properti, Lippo Karawaci melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 15% year-on-year menjadi Rp5,06 triliun. Angka tersebut diperkuat oleh proses serah terima unit perumahan dan bangunan bisnis dengan tepat waktu, penjualan lahan bernilai tinggi, serta keberlanjutan permintaan akan area pemakaman di San Diego Hills.
"EBITDA tetap di kisaran sekitarRp1,1 triliun, menunjukkan pengelolaan biaya yang efisien serta pelaksanaan operasi yang berhasil," ujar John.
Di samping itu, pendapatan dari pra-penjualan mencatatkan angka sebesar Rp6,01 triliun, melampaui target tahunan sebanyak 12%. Prestasi ini menggarisbawahi kebutuhan pasarnya besar untuk perumahan berkualitas dengan harga bersahabat, didorong oleh proyek-proyek populer seperti Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown yang menjadi pilar utama dalam penjualan. Rilisan unit baru-baru ini, antara lain seri Zen, Cendana Suites, dan Black Slate Series di kawasan Park Serpong, serta XQ Livin di area Lippo Cikarang Cosmopolis, ikut memicu pertumbuhan baik jumlah maupun nilai jualnya.
Di November 2024, LPKR memulai proses pengalihan tahap awal Park Serpong guna mencapai kenyamanan pelanggan serta menyelesaikan proyek sesuai tenggat waktu. Proses pembangunan tersebut selesai dengan cepat melebihi harapan, yaitu hanya dalam kurun waktu kurang dari 18 bulan.
Bagian bisnis pelayanan kesehatan dari perusahaan anak PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) juga mencatat pertumbuhan terus menerus dalam beberapa indikator operasi penting pada tahun 2024. Pasien dirawat inap naik 8% secara year-on-year hingga mencapai 326.030 orang, sedangkan total hari rawat inap bertambah 7% menjadi 1.007.479 hari. Selain itu, kunjungan untuk perawatan luar rumah pun meningkat 7%, melebihi angka empat juta kali kunjungan.
Di tahun 2024, SILO menjalankan total 4.133 tempat tidur dengan rata-rata occupancy sebesar 66,6%, meningkat 2% dari angka pada tahun sebelumnya. Usai melego beberapa sahamnya, LPKR saat ini hanya masih memiliki 29,09% saham dalam perusahaan SILO tersebut.
Mulai dari Juni 2024, LPKR sudah mencantumkan hasil keuangan SILO di laporannya, dan sekarang menyajikannya sebagai investasi dalam asosiasi dalam neraca keuangannya.
Segmentasi lifestyle, termasuk pusat perbelanjaan dan hotel, menunjukkan performa yang kuat dengan pendapatan sebesar Rp1,4 triliun. Margem labanya naik 13 persen menjadi Rp967 miliar dan EBITDA-nya bertambah 34% year-on-year hingga mencapai Rp387 miliar.
Terkait dengan aspek operasional, harga rata-rata kamar hotel untuk tahun 2024 naik sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 624 ribu, sementara tingkat okupansi rata-ratanya tetap bertahan di angka 69%. Di samping itu, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan mencatat peningkatan 5% setiap tahun hingga berada di posisi 10,5 juta orang pengunjung pada tahun kemarin.
Bagaimana Pendapat Ahli serta Ekonom Tentang Susunan Kepemimpinan Danatanga?
إرسال تعليق