, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengadakan pertemuan dengan Wakil Komite Wasit dari Jepang, Yoshimi Ogawa, guna mendiskusikan peningkatan kualitas wasit dalam sepak bola Indonesia.
"Erick Thohir menulis dalam akun media sosialnya yang diamati di Jakarta, Jumat, tentang rencana pengembangan masa depan perwasitan di Indonesia melalui penerapan sistem digital mulai dari tingkat profesional, amatiran sampai ke jenjang dasar," demikian tertulis dalam unggahannya.
Dia menyebutkan bahwa mereka merencanakan penggunaan Sistem Umpan Balik Klub Wasit untuk menerima pendapat dari klub-klub sehingga dapat memperbaiki kinerja para wasit.
Presiden Prabowo Mendukung Ide PSSI Membangun Tim Amatiran Lokal Di Setiap Wilayah
Dia mengatakan bahwa sistem itu akan dimulai di pertengahan tahun 2025.
Mengenai pembinaan wasit, sebelumnya Erick menyatakan bahwa PSSI sudah menggelontorkan dana yang cukup signifikan di bidang ini guna memacu perkembangan sepak bola di Indonesia.
: Terdapat Emil Audero dan sejumlah pemain lainnya, Ketua Umum PSSI menyatakan mimpi membawa Timnas Indonesia tampil di kancah internasional semakin dekat.
Menurutnya, jumlah wasit yang dimiliki PSSI pada saat ini mencapai 13.000 orang, naik tajam dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya kira-kira 3.000 orang.
Wasit-wasit tersebut mendapatkan pelatihan sesuai standar dari Asian Football Confederation (AFC) dan Federation Internationale de Football Association (FIFA).
: Ramalan Hasil Pertandingan Leverkusen Melawan Bochum Tanggal 29 Maret, Daftar Pemain, Rekor Head-to-Head, dan Klassemen
"(Pelatihan) Biayanya ditanggung oleh kita," ujar Erick.
Dia menyebutkan pula bahwa para hakim lapangan juga menerima perlindungan sosial sebagai komponen dari dukungan lengkap untuk meningkatkan mutu pengawasan pertandingan sepak bola di Indonesia.
Selanjutnya, Erick menyatakan bahwa peningkatan kualitas kompetisi liga di Indonesia tidak hanya mencakup pengawasan tetapi juga melibatkan implementasi teknologi VAR (Asisten Wasit Berbasis Video) dalam berbagai liga.
Dia juga mengucapkan rasa terimakasih kepada penyelenggara liga yang sudah melaksanakan teknologi VAR dalam pertandingannya sampai saat ini.
Di samping itu, PSSI pun mengusulkan agar liga menerapkan sistem lisensi klub. Selanjutnya, mereka menekankan pentingnya mencari lebih banyak sponsor bagi liga tersebut.
Sejak tim nasionalnya populer, kini liga juga mendapat sponsor dengan mudah. Artinya apa? Pendapatan dariliga tersebut meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhirkata dia.
Erick menyebutkan bahwa semua dukungan yang diberikan sudah memberikan kontribusi positif bagi liga dan juga klubb. Karena alasan ini, langkah selanjutnya adalah memastikan setiap manajemen liga ataupun klub dapat mengatur strateginya sendiri dengan baik.
Datangkan Instruktur dari Jepang
Erick Thohir, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian antara pengajar hakim lapang dari Jepang bernama Yoshimi Ogawa bersama PSSI merupakan tahap vital untuk meningkatkan mutu wasit di Tanah Air.
"Komitmen ini menunjukkan bahwa Anda harus terus meningkatkan standar para hakim lapangan dalam liga sepak bola domestik," ujar Erick Thohir melalui pernyataan tertulis yang diposting pada akun Instagram @errickthohir di Jakarta, Sabtu.
PSSI dan Yoshimi Ogawa telah secara resmi mengesahkan perjanjian kolaborasi selama tiga tahun mendatang (2024-2027).
Erick menyebut bahwa kolaborasi itu sebagai salah satu langkah untuk memperkuat kemampuan dan kejujuran hakim lapangan dalam menciptakan pertandingan sepak bola di Indonesia yang bersih.
Pada sesi sebelumnya dalam workshop yang diselenggarakan di Jakarta, Yoshimi Ogawa menyampaikan bahwa selain memperbaiki standar kualifikasi para wasit Indonesia, tujuan prioritas lainnya ialah meliputi peningkatan jumlah guru pembina wasit.
"Terkait dengan instruktur, sekarang sangat sulit untuk mendapatkannya dalam jumlah 100 sampai 200 orang. Namun, kita telah mengawali program pelatihan bagi para instruktur dan saat ini sudah terdapat 15 instruktur tingkat nasional," jelasnya.
Mantan hakim lapangan dari liga Jepun tersebut menyatakan bahwa mereka berencana menggelar seminar pada Januari atau Februari 2025 guna membentuk kurikulum khusus untuk para wasit.
"Lalu kita akan mengirimi para instruktur hakim lapangan di tingkat provinsi supaya mereka dapat melaksanakan pelatihan bagi wasit Wasit yang ada di sana," katanya.
Dia yakin bahwa dalam empat hingga lima tahun ke depan, PSSI akan mempunyai banyak asisten pelatih hakim garis serta wasit berkualitas di tingkat propinsi. Akan tetapi, mencapai hal tersebut memerlukan waktu dan ketekunan.
"Saat ini kita telah menganalisis kondisi di berbagai daerah, mengetahui apa yang sedang kita miliki, lalu baru bisa merancang sebuah rencana untuk mengatasinya. Oleh karena itu perlu dilakukan secara bertahap," jelas Yoshimi Ogawa.
إرسال تعليق