, Jakarta - Jajaran pengurus PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sudah direorganisasi atau dimutakhirkan strukturnya hingga Maret 2025 sesuai dengan keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Saat ini, jabatan Komisaris Utama ditempati oleh Kuswiyoto, dan Darmawan Junaidi tetap menjabat sebagai Direktur Utama.
"Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri telah memberikan persetujuan untuk mengubah struktur jajaran direksi korporasi," demikian bunyi catatan resmi terkait agenda RUPST Bank Mandiri yang dikirimkan kepada Tempo pada hari Selasa, tanggal 25 Maret 2025.
Kuswiyota dimasukkan ke dalam tim Dewan Komisaris yang berisi Luky Alfirman, Yuliot, serta Mia Amiati. Kelompok ini mengambil alih dari dewan komisioner sebelumnya yaitu M. Chatib Basri, Tedi Bharata, Arif Budimanta, Loeke Larasati Agoestina, Faried Utomo, Muliadi Rahardja, Heru Kristiyana, dan Rionald Silaban.
RUPST juga mengakhiri jabatan beberapa anggota Dewan Direktur, antara lain Alexandra Askandar, Agus Dwi Handaya, Aquarius Rudianto, Rohan Hafas, dan Sigit Prastowo dalam struktur manajemen mereka. Setelahnya, posisi tersebut diambil alih oleh Rizaldi, Saptari, Jan Winston Tambunan, Ari Rizaldi, dan Novita Widya Anggraini.
Profiling Ketua Dewan Komisioner Utama Bank Mandiri Kuswiyoto serta Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi
1. Kuswiyoto
Menurut informasi yang dipublikasikan oleh situs web resmi Bank Mandiri, Kuswiyoto dilahirkan di Kediri tahun 1965. Dia adalah seorang alumni Jurusan Akuntansi Universitas Airlangga batch 1986 dan memulai karier di bidang perbankan melalui Bank Rakyat Indonesia. BRI ). Pada awalnya, dia ditempatkan di kantor yang berlokasi di daerah Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dikutip dari Alumnipedia.unair.ac.id, Karir Kuswiyotopun semakin menanjak dan mencapai puncaknya pada tahun 1995 ketika ia menerima beasiswa dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk melanjutkan studinya di Washington University yang berlokasi di Saint Louis, Amerika Serikat. Setelah dua tahun menuntut ilmu di negara Paman Sam tersebut, dia kembali ke tanah air sebagai seorang lulusan dengan gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA).
Setelah pulang dari Amerika Serikat, Kuswiyoto meneruskan karirnya di Bank BRI dan ditugaskan pada bagian perancangan strategi. Dari titik itu, Kuswiyoto secara berturut-turut pindah ke berbagai departemen dalam bank milik negara atau yang biasa disebut BUMN ini; mulai dari kantor cabang, area regional, sampai markas utama mereka.
Di antaranya, dari tahun 2012 sampai 2014, Kuswiyoto berperan sebagai kepala divisi agrobisnis di kantor pusat BRI. Selanjutnya, ia memegang jabatan pimpinan regional untuk area Kantor Wilayah Makassar BRI selama periode 2014 hingga 2015. Sebelum masuk ke posisi direktur, dirinya juga sempat menjadi pemimpin cabang di Kantor Wilayah Jakarta 1 BRI pada tahun 2015. Akhirnya, mulai tahun 2015 dan berakhir pada akhir tahun 2018, beliau ditunjuk sebagai Direktur Bank BRI.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama bekerja di Bank BRI, Kuswiyoto akhirnya dipindahkan ke PT Pegadaian pada tahun 2019 ini dan dilantik menjadi Direktur Utamanya oleh Menteri BUMN saat itu, yaitu Rini Soemarno, sebagaimana pemegang saham. Ketika memegang jabatan Direktur Utama di PT Pegadaian, dia sempat dinobatkan sebagai Indonesia Best CEO Menurut Tenaga Kerja dalam Tahun Wabah Versi Majalah SWA pada tahun 2020.
"Sebab dianggap sukses merangsang inovasi digital serta meningkatkan performa bisnis lewat kerjasama bersama sejumlah instansi," ujar Chief Editor SWA Group Kemal E Gani dalam pernyataan resmi pada hari Rabu, tanggal 24 Februari 2021, seperti yang dilaporkan. Antara.
Setelah diberhentikannya dari posisi Direktur Utama PT Pegadaian dalam rombakan struktur direktorat dan Dewan Komisaris pada bulan April tahun 2022, jabatan yang disandangnya sejak tahun 2019 pun dilimpahkan kepada Damar Latri Setiawan. Yang terbaru, Kuswiyoto telah ditunjuk sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri.
2. Darmawan Junaidi
Sebelum diangkat menjadi Ketua Eksekutif PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Darmawan Junaidi Sebelumnya telah menjabat sebagai Direktur untuk Treasury, Perbankan Internasional, dan Manajemen Aset Spesial di Bank Mandiri mulai bulan Agustus tahun 2017.
Lelaki yang berusia 53 tahun tersebut sebenarnya telah banyak terlibat dalam bagian keuangan. Setelah proses penggabungan Bank Mandiri pada tahun 1999, ia kemudian ditunjuk menjadi kepala departemen treasury di Bank Mandiri pada tahun 2016. Selain bekerja di divisi treasury, pria ini juga pernah dipercaya menjabat sebagai Direktur Wilayah Bali & Nusa Tenggara untuk Bank Mandiri pada tahun 2015.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Mandiri pada bulan Desember 2019, ia dipilih lagi untuk menjabat sebagai Direktur di bidang Treasury, Perbankan Internasional, serta Manajemen Aset Khusus. Dia juga memiliki tanggung jawab dalam mengelola pemulihan pinjaman bermasalah, menanganinya dari segi hukum, dan menyediakan solusi untuk sektor ritel perbankan grosir.
Di luar posisi di Bank Mandiri, antara tahun 2016 dan 2017, Darmawan ditempatkan sebagai Direktur Keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Ia bahkan menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama dalam jangka waktu Mei sampai Agustus 2017 di perusahaan semen milik negara tersebut. Selanjutnya, jabatan Komisaris Utama PT Semen Kupang Indonesia pun disandang oleh Darmawan mulai bulan November 2016 hingga Agustus 2017.
Fajar Febrianto, Adil Al Hasan, dan Muhammad Hendartyo bersumbang dalam penyusunan artikel ini.
إرسال تعليق